Rabu, 09 November 2011

comment elegi menggapai awal dan akhir

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

sesungguhnya yang awal itu jg yang akhir, karena setiap setiap di mulai sesuatu maka ada hal lain yang juga di akhiri, namun itu bukan berarti awal = akhir, karena keduanya memang jelas bedanya. akhir itu akibat dari adanya awal, sedangkan awal itu juga akibat dari akhir. sesuatu yang berawal pasti mempunyai akhir sesuatu yang berakhir itu juga pasti berawal dari sebuah permulaan.

Kamis, 03 November 2011

comment elegi perbincangan para sama

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

Karena dunia ini sesungguhnya selalu terikat ruang dan waktu, jika kita membicarakan dua hal atau lebih berada pada level material makan tidak akan ada yang sama, Namun jika kita membicarakan dua atau lebihj objek pada level Normatif. makan akan ditemukan banyak sekali kesamaan dari objek2 tersebut. Karena pemikiran tidak terikat ruang dan waktu.

comment elegi perbincangan para tepat

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

Saya merasa elegi menangkap beda erat hubungannya dengan elegi ini. Karena Ketepatan itu sebenarnya juga berbeda tergantung kepentingan mana yang ingin didukung. jika Tepat itu dapat menguatkan suatu kepentingan maka tepat itu akan dipertahankan. Namun jika tepat tersebut tidak menguatkan kepentingan yang lain, maka ada beberapa pihak yang menilai hal tersebut tidak tepat. Sesuatu secara bersamaan bisa bersifat Tepat dan Tidak Tepat. Karena Ketepatan itu tergantung ruang dan waktu.

comment elegi menggapai anomali

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

Anomali itu sesungguhnya adalah pengecualian, pengecualian terhadap sesuatu yang sebenarnya dikecualikan untuk kepentingan tertentu. jika kepentingan itu dapat didukung oleh suatu pengecualian. maka anomali akan digunakan. karena pengecualian itu sebenarnya mempertentangkan dua hal yang bernilai negatif atau dua hala bernilai positif. Negatif dikalikan dengan negatif akan positif. namun anomali ini tidak dapat digeneralisasikan untuk semua kasus. hanya kasus yang unik yang mungkin bisa diselesaikan dengan anomali. begitulah pemahaman saya terhadap anomali. semoga saya tidak terjebak

comment elegi menggapai elegi

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

jika elegi menggunakan bahasa konstatif, maka comment terhadap elegi juga menggunakan bahasa konstatif. oleh karena itu saya akan menggunakan bahasa konstatif. Elegi ini menjadi sebuah ajang refeleksi diri yang sebenarnya dialami oleh penulis, kemudian pembaca mencoba mereduksi kan terhadap diri pembaca. jika elegi yang disampaikan tidak dapat direduksi oleh pembaca, maka pembaca bukan berarti tidak dapat merefleksikan diri penulis kedalam pikiran pembaca. Namun pembaca merasa pikirannya tidak dapat menggapai elegi yang dituliskan oleh penulis, sang aktor utama dalam elegi.

comment elegi menggapai beda

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

Beda itu tidak untuk dipertentangkan, beda itu untuk didekatkan kemudian saling melengkapi. 2 hal yang kembar itu juga berbeda karena tidak ada didunia ini yang sama, perbedaan itu yang memberi ciri sesuatu, jika sesuatu berciri sama, maka akan dicari perbedaanya, kemudian mereka akan saling melengkapi. Beda itu juga tergantung ruang dan waktu. Diriku saat ini berbeda dengan diriku sepersekian detik kemudian. Begitulah beda yang sesungguh2nya beda.

comment elegi menggapai keliru

Muhammad Istiqlal (S2 Pmat C)
11709251041

Kekeliruan manusia terjadi karena keterbatasan manusia, keliru bisa disebabkan dua hal, karena tidak tahu, atau memang sengaja untuk keliru. keliru yang relatif itu juga disebabkan oleh karena tahu dan tidak tahu, seseorang yang keliru bisa jadi tidak keliru dimata orang lain, karena kekeliruan itu menguntungkan maka keliru itu dianggap benar, analog dengan itu kebenaran bisa dijadikan sesuatu yang keliru karena kebenaran tidak menguntungkan beberapa pihak. Keliru itu ternyata pada level normatif masih belum bisa dinyatakan keliru, keliru yang sesungguhnya keliru adalah keliru yang bersifat mutlak, yaitu keliru yang dimata Tuhan. Rugi atau untung jika itu keliru maka itu pasti bernilai salah